STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS LEJJA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN

Asrina Dewi, Nasrullah Nasrullah

Abstract


Abstract: This study aims to (1) determine the factors driving and inhibiting tourism development of Pemandian Air Panas Lejja, and (2) determine the development strategy of what should the government do Soppeng in the development of attraction Pemandian Air Panas Lejja  in increasing tourist arrivals. Data analysis method used is descriptive qualitative approach then to obtain a development strategy also conducted a SWOT analysis. The results showed that the factors driving the development of attraction Pemandian Air Panas Lejja are natural scenery, hot springs, security conditions, hospitality, facilities and infrastructure, diversity of tourist attractions and the atmosphere of comfort. Whereas the inhibiting factor is lack of funds, lack of professional employee, promotion, road, the location is far from city, program development is still modest, telecommunications networks, including the conservation forests/protected. The strategy of development to be done in increasing tourist arrivals are increasing promotion through print and electronic media taking into account the quantity and quality of promotional materials; repair, maintain and improve the facilities and infrastructure; and establish cooperative relationships with investors and the tourism actors.

        Keywords: development strategy, tourism object

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh data perihal faktor-faktor pendorong dan penghambat pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja, dan (2) mengkaji strategi pengembangan apa saja yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Soppeng dalam pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Metodeanalisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian untuk memperoleh strategi pengembangan dilakukan pula analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja yaitu panorama alam, tersedia sumber air panas, kondisi keamanan, keramahtamahan masyarakat, sarana dan prasarana, keanekaragaman atraksi wisata dan suasana yang kenyamanan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan dana, kurangnya tenaga kerja profesional, promosi yang kurang, jalan yang kurang baik, lokasi jauh dari pusat kota, program pengembangan yang masih sederhana, jaringan telekomunikasi, termasuk dalam kawasan hutan konservasi/lindung. Adapun strategi pengembangan yang harus dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan yaitu meningkatkan promosi melalui media cetak dan elektronik dengan memperhatian kuantitas dan kualitas materi promosi; memperbaiki, memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana; serta menjalin hubungan kerjasama dengan investor dan para pelaku pariwisata.

Kata –kata kunci: Strategi pengembangan, objek wisata


Full Text:

PDF

References


Badudu, J.S. (1995). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Bappeda. (2014). Soppeng Dalam Angka 2014. Soppeng: Bappeda Kab. Soppeng

Pariwisata dalam angka tahun 2015. (2015). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Soppeng

Marpaung, H. (2002). Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung: Alfabeta

Moleong, J.L (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Peraturan Pemerintah RI No. 12 Tahun 2014 Tanggal 14 Februari 2014 tentang Karcis Tanda Masuk Pemandian Air Panas Lejja

Rangkuti, F. (2004). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis: reorientasi konsep perencanaan strategis untuk menghadapi abad 21. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Samsuridjal, D., & Kaelany, HD. (1997). Peluang di Bidang Pariwisata. Jakarta: PT Pradnya Paramita

SK. Menhut No. 636/Kpts-II/1996 tanggal 7 Oktober 1996 tentang Kawasan Pemandian Air Panas Lejja termasuk dalam hutan lindung

Suwantoro, G. (1997). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Barista telah terindeks di: