PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH PUSAT DALAM KEGIATAN DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN UNTUK PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI TINGKAT PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

Yustisia Kristiana, Lintang Ayu Nugrahaning Tyas

Abstract


Abstract: In order to accelerate the development of national tourism, the government contributing to develop by setting the zoning division of tourism in Indonesia to categorize and simplify the development. To support regional development, all sectors experienced accelerated development including the tourism sector. To overcome problems encountered in the development of a tourist attraction, the Ministry of Tourism provides funding support deconcentration and co-administration. Implementation of the principles and deconcentration and co-administration tasks carried out to increase the competitiveness of tourism in Indonesia with the main goal is the creation of diversified tourism destination. Tourism development in 2014 is focused on the 16 National Strategic Tourism Area (KSPN). The method used is qualitative research with descriptive format. Type of data used in this research is secondary data. The results of this study indicate that there are still many obstacles in the provision of funds related to deconcentration and co-administration. Therefore created a matrix of physical and non-physical needs that can be developed based on the stage of tourism development that is pioneering, development, stabilization and revitalization.

Keywords: tourist attraction, deconcentration, co-administration

 

Abstrak: Dalam rangka percepatan pembangunan pariwisata nasional, pemerintah turut andil mengembangkan dengan menetapkan pembagian perwilayahan pariwisata di Indonesia untuk mengelompokkan dan mempermudah dalam pembangunannya. Untuk mendukung pembangunan daerah, semua sektor mengalami percepatan pembangunan termasuk sektor pariwisata. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan daya tarik wisata, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pendanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pelaksanaan asas dan dana dekonsentrasi serta tugas pembantuan dilaksanakan untuk peningkatan daya saing kepariwisataan Indonesia dengan sasaran utama adalah terciptanya diversifikasi destinasi pariwisata. Untuk tahun 2014 difokuskan di 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan format desain yang digunakan adalah format deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak kendala dalam pemberian dana terkait kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Oleh karena itu dibuat matriks kebutuhan fisik dan non fisik yang dapat dikembangkan berdasarkan tahapan pengembangan pariwisata yaitu perintisan, pembangunan, pemantapan dan revitalisasi.

Kata kunci: daya tarik wisata, dekonsentrasi, tugas pembantuan


Full Text:

PDF

References


Biederman, P. S., Lai, J., Laitamaki, J. M., Messerli, H. R., Nyheim, P. D., & Plog, S. C. (2007). Travel and Tourism: An Industry Primer. Pearson Education, Inc.Upper Saddle River, NJ.

Bungin, B.(2011). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Kencana.

Edgell, D. L., Allen, M. D., Smith, G & Swanson, J. R. (2011). Tourism Policy and Planning: Yesterday, Today and Tomorrow. New York: Routledge.

Goeldner, C. R., & Ritchie, J. R. (2008). Tourism: Principles, Practices, Philosophies. (11th Edition). New Jersey: John Wiley.

Gunawan, M., & Lubis, S. (2010). Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Proyek Agenda 21 Sektoral dan UNDP. Agenda 21 Sektoral: Agenda Pariwisata untuk Pengembangan Kualitas Hidup Secara Berkelanjutan. Proyek Agenda 21 Sektoral, Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP. Jakarta: Tanpa penerbit.

Gunn, C.A., & Var, T.(2002). Tourism Planning: Basics, Concepts, Case. 4th ed. New York: Routledge.

Holloway, C., & Taylor, N. (1998). The Business of Tourism. 7th ed. England: Prentice Hall.

Lane, B. (1994). Sustainable Rural Tourism Strategies: A Tool for Development and Conservation. In Rural Tourism and Sustainable Rural Development, B. Bramwell and B. Lane, eds., pp. 102–111. Clevedon.:Channel View.

Moleong, L.J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Bandung:Rosdakarya.

Nazir, M. (2009). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025.

Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Renstra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia 2010-2014.

Sekaran, U. & Bougie, R. (2010). Research Methods for Business: A skill-Building Approach. 5th ed. UK.: John Wiley and Sons.

Sharpley, R. (2000). Tourism and Sustainable Development: Exploring the Theoretical Divide. Journal of Sustainable Tourism, VIII (1), pp. 1-19.

Spillane, J.J.(1994). Pariwisata Indonesia, Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Yogyakarta:Kanisius.

Stabler, M., & Goodal, B. (1996). Environmental Auditing in Planning for Sustainable Island Tourism. In L. Briguglio et al. (eds) Sustainable Tourism in Islands and Small States: Issues and Policies, pp. 170–196. London: Pinter.

Undang-Undang Republik Indonesia 2009, No. 10 Tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Republik Indonesia 2009, No. 32Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Republik Indonesia 2004, No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

World Tourism Organization. (2007). A Practical Guide to Tourism Destination Management.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Barista telah terindeks di: