PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI BERBASIS PROSES PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA

Annisa Rachmani Tyaningsih

Abstract


Abstract: The awareness of the importance of English in this information era leads to the effort to learn and master the language as early as possible. Therefore, English is demanded to be introduced in formal education for young children.This condition results some chalanges since English is used as a foreign language in Indonesia. When a foreign language is introduced to young children, it requires special knowledge about how children acquire and learn language, so an appropriate learning method can be well-formulated. This article discusses the process of language acquisition in children, both first language and second language, and how that knowledge takes role in the formulation of method of learning English for early childhood.

Keywords: first language acquisition, foreign language acquisition,  teaching english for young learner

 

Abstrak: Kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era informasi ini memunculkan upaya-upaya untuk mempelajari dan menguasai bahasa tersebut sedini mungkin. Oleh karena itu, bahasa Inggris diharapkan untuk diperkenalkan di lembaga pendidikan formal untuk anak usia dini. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri karena bahasa Inggris merupakan bahasa asing di Indonesia. Ketika sebuah bahasa asing diperkenalkan kepada anak usia dini, maka pengetahuan khusus mengenai bagaimana anak memperoleh dan mempelajari bahasa sangat diperlukan, sehingga sebuah metode pembelajaran yang tepat dapat dirumuskan dengan baik. Artikel ini membahas mengenai proses pemerolehan bahasa pada anak, baik pada bahasa pertamanya maupun bahasa keduanya, serta bagaimana pengetahuan mengenai proses tersebut berperan dalam perumusan metode pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini.

Kata kunci: pemerolehan bahasa pertama, pemerolehan bahasa asing, pengajaran bahasa asing untuk anak usia dini

Full Text:

PDF

References


Brown, H. D. (2007). Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. (Cholis, N. dan Pareanom, Y.A., Trans.) Jakarta, JKT: Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Chaer, A. (2003). Psikolinguistik:Kajian Teoretik. Jakarta, JKT: Rineka Cipta

Fromkin, V., Rodman, R., & Hyams, N.(1990). An Intoduction to Language. New York, NY: Avon Books.

Godstein, E. B. (2008). Cognitive Psychology: Connecting Mind, Research and Everyday Experience. Second Edition. United States of America, USA: Thomson Wadsworth.

Ingram, D. (1989). First Language Acquisition: Method, Description, and Explanation.Great Britain: Cambridge University Press.

Linse, C.T. (2005). Practical English Language Teaching: Young Learners. New York, NY: McGraw-Hill Company Inc.

Lust, B.C. (2006). Child Language: Acquisition and Growth.United Kingdom, UK: Cambridge University Press.

O’grady, W. (2005). How Children Learn Language.United Kingdom, UK: Cambridge University Press.

Santrock, J. (2007). Adolesence”Fifth Edition. New York, NY: McGrawHill Company Inc.

Schutz, R. (2006). Stephen Krashni's Theory of Second language Acquisition. Diakses dari: http://www.sk.com.br/sk-krash.html.

Sigel, I., & Cocking, R. (2000). Cognitive Development from Childhood to Adolescence: A Constructivist Perspective’ p. 5. Diakses dari: http://fccl.ksu.ru/papers/gp002.htm

Stakanova E., & Tolstikhina, E. (2014). Different Approaches to Teaching English As A Foreign Language to Young Learner.Procedia Social and Behaviour Science Vo. 146. pp. 456-460. Diakses dari: www.sciencedirect.com

Valipour, V., & Davatgari, H. (2014). Differences between Children and Adults in Foreign Languange Pronunciation and Gramatical Rules Learning.Indian Journal of Fundamental and Applied Life Sciences Vol. 4 (S3), pp. 195-198. Diakses dari: www.cibtech.org/sp.ed/jls/2014/03/jls.htm.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Barista telah terindeks di: