PENGEMBANGAN EXPERIENTIAL MARKETING DI SAUNG ANGKLUNG UDJO BANDUNG

Ananta Budhi Danurdara

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep dasar Experiential Marketing dan pelaksanaannya pada Saung Angklung Udjo, serta menjelaskan pengalamanyang di dapat oleh wisatawan terhadap produk wisata dari Saung Angklung Udjo dalam aspek sense, feel, think, act dan relate. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan, yaitu dengan melakukan wawancara kepada pengelola Saung Angklung Udjo, melakukan observasi, serta menyebarkan kuesioner kepada responden, yaitu wisatawan yang berkunjung ke Saung Angklung Udjo sebanyak 100 orang, yang ditentukan dengan teknik penentuan sampel menggunakan kuota sampling. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif, dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan belum terdapat suatu perencanaan yang matang dalam konsep dasar Experiential Marketing (Experience platform), yaitu penentuan segmen pasar yang belum jelas dan upaya promosi yang belum beragam. Dengan visi sebagai pusat pendidikan budaya sunda, Saung Angklung Udjo memberikan janji (experiential value promise) yang dikemas dalam slogan Nature, Culture, In Harmony, promosi sebagai etalase budaya sunda, pembangunan identitas Arumba, serta pembangunan logo perusahaan. Implementasi konsep tersebut dilakukan dengan menyusun program bisnis pertunjukan yang lebih sistematis, menambah fasilitas pendidikan, serta membenahi struktur organisasi. Secara umum, Saung Angklung Udjo telah melaksanakan konsep experiential marketing dengan baik.

Kata kunci: experiential marketing, cultural tourism, travelers experience

Abstract: This study aims to explain how the basic concepts and implementation of Experiential Marketing at Saung Angklung Udjo, and describes experiences can be drawn by traveler to the tourism product at Saung Angklung Udjo in aspects of sense, feel, think, act and relate. In order to achieve these objectives, this study used a descriptive method. Data collection techniques are using literature and field research, by interviewing the manager of Saung Angklung Udjo, observations, and distributing questionnaires to the respondents, namely travelers who is visiting Saung Angklung Udjo many as 100 people, which is determined by using a quota sampling technique. The data analysis using descriptive analysis, with frequency distribution tables and then analyzed qualitatively. The results showed there has no careful program to fix about planning the basic concept of Experiential Marketing (Experience platform), that have not been clear of the market segments, and promotional are not varied. With a vision as an educational center Sundanese culture, Saung Angklung Udjo promises (experiential value promise) that is packaged in a slogan Nature, Culture, In Harmony, promotion as a showcase Sundanese culture, Arumba identity development, and build a company logo. Implementations of the concept are making the show business program more systematic, improvement educational facilities, and fix the organizational structure. Generally, Saung Angklung Udjo has implemented the concept of experiential marketing well.

Keywords: experiential marketing, cultural tourism, traveler experience


Full Text:

PDF

References


Al-Rasyid, H. (2010). Metode Statistika. Bandung: Universitas Padjadjaran

Andreani, F.(2007). Experiential Marketing (sebuah pendekatan pemasaran). Jurnal Manajemen Pemasaran. Vol 2, No1.

Alma, B. (2009). Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa”, Bandung: Alfabeta

Gilbert, D. (2011). Retail marketing management, (2nd ed.). New Jersey: Prentice. Hall.

Gunn, C.A. 2004. Tourism Planning. Crane Company, New York.

Hadinoto, K. (1996). Perencanaan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Jakarta: UI Press.

Kertajaya, H. (2006). On Marketing. Jakarta: PT. Gramedia

Kotler, P., & Amstrong, G. (2008). Principles Of Marketing. (Terj. Benjamin Molan). Jakarta: Prehalindo.

Kotler, P., & Keller, K.L. (2009). Manajemen Pemasaran. (Edisi Ketiga belas, Jilid 1). Jakarta: PT. Erlangga.

Oka, A.Y. (1985). Pemasaran Pariwisata. Bandung: Angkasa

Pendit, S. N. (2011). Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana. (Edisi Revisi). Jakarta: Pradnya Pramita.

Pitana, I.G., & Putu, G. G. (2010). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi

Rini, E.S. (2009). Menciptakan Pengalaman Konsumen dengan Experimental. Marketing. Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol. 17, Tahun XII.

Schmitt, B.H. (2004). Experiential Marketing: How to get your customer to sense, feel, think, act and relate to your company and brands. (Terj. Benjamin Molan). Jakarta: Erlangga

Swarbrooke, J., & Horner, S. (2007). Consumer Behaviour in Tourism. (2nd ed). Elsevier Ltd

Sugiyono. (2009). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Supranto, J. (2004). Pengukuran Tingkat Keputusan Pelanggan Untuk Menaikan Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Yulianto, S. (2010). Strategi Pemasaran dalam Lingkungan Bisnis Baru. Jakarta : Salemba Empat

Warpani, P.S. & Warpani. P.I. (2007). Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: ITB Press.

http://www.experientialforum.com. (diakses 26 April 2013)

http://wahyu.wordpress.com. (diakses 13 Mei 2013)

https://www.budpar.go.id. (diakses 18 Mei 2013)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Barista telah terindeks di: